Cara Membuat Kusen dan Pintu Tunggal Dengan Desain Elegant

Cara Membuat Kusen dan Pintu Tunggal Dengan Desain Elegant





Kusen pintu adalah sebuah rangka yang dipasang pada lubang pintu yang fungsinya adalah menggantungkan daun pintu sehingga lubang pintu tersebut dapat dibuka dan ditutup dengan mudah dan aman, yang berfungsi untuk menghubungkan antara ruang satu dengan ruang lainnya dan atau dengan bagian luar rumah atau gedung. Proses pembuatan kusen pintu dimulai dengan pemilihan dan persiapan bahan dan alat, proses pengetaman, proses pelukisan sambungan konstruksi, proses pembuatan pen dan lubang, pengepasan sambungan, pembuatan sponeng, alur, kupingan dan profil serta penyetelan hingga menjadi barang jadi sesuai dengan tuntutan gambar kerja.

Pengertian Kusen
Kusen adalah rangka pintu yang pada umumnya dibuat dari kayu atau Aluminium dan kusen secara khusus dapat dibuat dari beton. Kusen dari bahan kayu pada umumnya digunakan untuk bangunan rumah tinggal. Jenis kayu yang baik untuk kusen pintu adalah kayu jati, kayu kamper dan beberapa kayu lokal lainnya yang mempunyai kembang susut rendah. Ukuran kayu yang lazim digunakan untuk dibuat kusen adalah 8/12 cm dan 6/12 cm.

Secara sederhana kusen pintu terdiri dari 3 bagian yakni :
a. Ambang atas

Berfungsi untuk menahan beban pasangan batu bata diatasnya atau menyekat pasangan balok beton diatasnya, yang pada ujungnya dibuat telinga ambang (kupingan), panjangnya 10 cm – 20 cm, yang dalam pemasangannya akan dijepit dengan pasangan bata.



b. Tiang

untuk pegangan dan tumpuan daun pintu, pada punggung tiang dipasang baja angkur diameter 10 mm, supaya kokoh untuk menahan daun pintu., dan agar kedudukan kusen pintu stabil dan tidan bergeser maka pada punggung tiang dibuat alur kapur yang nantinya dalam pemasangan kusen pada dinding tembok diberi adukan spesi pasir dan semen, sehingga menjadi kokoh.





c. Kaki tiang

Juga dinamakan duk, dibuat dari campuran kedap air, 1 PC : 2 pasir , fungsinya untuk melindungi tiang bagian bawah dari air atau lembab, agar tidak cepat lapuk. buat dudukan pintu agar terlindung dari pengaruh air, tingginya dibuat 10-12 cm. Sedang pintu yang sering terkena air, duknya dibuat tinggi 15 cm.

d. Sponeng

Pada tiang dan ambang kusen pintu dibuat suatu lekukan yang disebut sponeng, yang gunanya untuk menempatkan engsel dan sekaligus sebagai tumpuan daun pintu agas tidak lepas. Dalamnya sponeng adalah 1 – 1,5 cm, sedang lebar sponeng adalah 3 – 4 cm, sangat tergantung dengan ketebalan daun pintu.

e. Sambungan Kusen

Sambungan kusen pintu menggunakan sambungan pen dan lubang. Sambungan pen dibuat pada bagian ujung atas tiang dengan ukuran 1/3 lebar tiang, sedang untuk lubang dibuat pada bagian ambang atas kusen, besarnya lubang juga 1/3 lebar kusennya. Dengan demikian maka tiang akan kuat menahan ambang atas yang juga mendapat beban dari pasangan batu bata diatasnya.

This entry was posted in almunium desain. Bookmark the permalink.